8.5.12

Pemberkatan Nikah Katolik-Kristen

Pemberkatan nikah.

For us, that is the hard part in this wedding craziness. Why? It's should be the best part right? Yes it will be.

Pemberkatan menjadi bagian paling sulit karena ini berkaitan dengan tata aturan gereja yang ga bisa begitu saja diabaikan. Apalagi mas ku Katolik, dan aku Kristen. Untungnya gereja ku termasuk anggota PGI, a little bit easier.

Dimulai dengan perbedaan keinginan. Tidak cuma kami, tapi orangtua. Aku mencoba mengalah lebih dulu, mendengar keinginan ortunya mas. Dan jawabannya udah jelas, pasti. Harus secara Katolik, di gereja Katolik, dengan sakramen.

That's hard for me actually. Aku punya iman yang didasarkan kepada Yesus Kristus, begitu juga masku. (Dan aku yakin juga kedua orangtua kami), tetapi doktrin yang masing2 kami terima sangat berbeda. Sehingga ada beberapa hal yang harus dikompromikan.

This part is full of sadness and tears. 

Sikap keluarga yang begitu kekeuh tanpa menerima penjelasan apapun dari aku, bahkan pilihan memang membuatku terpojok. Sampai ada satu titik dimana aku sempat ngomong sama Mas, "Jika pada akhirnya aku menyebabkan mas harus milih antara aku atau keluarga, maka lebih baik aku mundur sekarang. Supaya semua tidak semakin parah."
Sakit buatku, juga buat mas. But that's life.

Tapi thanx God, i have a wonderful boyfriend. And off course A GREAT GOD, JESUS CHRIST.
Jadi kami berdua mengimani bahwa kami mendasarkan hidup kami dalam kepercayaan dan kebenaran dalam Kristus maka kami juga mendasarkan pernikahan kami dalam Kristus Yesus.
Menjadikan cinta Kristus sebagai pondasi cinta kami, penyertaan Kristus sebagai atap rumah tangga kami, dan pimpinan Roh Kudus sebagai pelita biduk pernikahan kami. 

Enough with the drama, sekarang aku jelasin aja apa yang aku tahu mengenai pernikahan Katolik.
Menurut gereja Katolik, ada 3 pernikahan :
  • Pernikahan 1 Gereja : dimana kedua calon adalah katolik. Mudah, meskipun proses juga panjang, minimal 3 bulan sebelum tanggal sudah harus menyerahkan kelengkapan surat ke gereja. 
  • Pernikahan beda gereja : pernikahan dimana salah satu calon adalah jemaat gereja Kristen anggota PGI, dibuktikan dengan surat baptis. Jadi tidak semua denominasi Gereja Kristen bisa dianggap beda gereja dengan gereja Katolik. Pernikahan memerlukan surat dispensasi. 
  • Pernikahan beda agama : Pernikahan katolik dengan kristen (bukan anggota PGI), islam, budha, hindu, atau konghucu. Tentang pernikahan ini ada banyak peraturannya. (Ga inget, waktu dijelasin sama saudaranya Mas yang Prodiakon Gereja, yang diinget cuma point 2 aja..hehehe)
Nah, aku sama mas termasuk pernikahan beda agama. Lengkap dengan semua keruwetan yang ada. Karena aku masih Kristen dan mas ku masih Katolik. Jadi perlu surat dispensasi dan ada perubahan2 lainnya.

Pernikahan beda gereja ini ada beberapa hal penting yang harus dilengkapi oleh kedua calon :

A. Syarat2 Gereja (merujuk ke Gereja tempat mas ku berjemaat) 
  1. Mendaftar ke Pastor. (hal pertama yang harus dipikirkan setelah keluarga menentukan tanggal. Supaya bisa disesuaikan dengan jadwal Romo).
  2. Surat Baptis lama (pihak katolik)
  3. Surat baptis baru asli yang diperbaharui maksimal 3 bulan sebelum pernikahan (pihak katolik).
  4. Pengisian form pendaftaran pernikahan (ada di gereja katolik).
  5. Sertifikat kursus pernikahan asli & fotocopy. (diikuti kedua calon, di gereja katolik - bisa dimana saja). Biaya kursus bervariasi, dan harus menyertakan foto sebelum ikut kursus. Kenapa?? Penjelasan dari blog berikut cukup bagus. Bisa lihat kesini ya http://dessyana.wordpress.com/2012/03/14/one-step-ahead-kursus-perkawinan-moms-to-be/
  6. Surat izin dari orangtua untuk melaksanakan pernikahan katolik (pihak non katolik).
  7. Surat pernyataan belum menikah (kedua calon).
  8. Foto berwarna bersanding (pria sebelah kanan, berbaju resmi)
  9. Lembar saksi & fotocopy surat baptis saksi (katolik - @ 1 orang dari calon pengantin)
  10. Keterangan dispensasi (dilengkapi pihak non-katolik)
  • Perjanjian pihak katolik (belum pernah lihat - mungkin mengenai anak2 harus dididik secara katolik)
  • Status bebas pihak non-katolik - form dari gereja & diperkuat 2 orang saksi katolik (bisa saat kanonik).
  • Surat baptis asli + fotocopy.
Setelah semua siap, barulah dilakukan Kanonik (dengan Romo), dimana pihak non-Katolik membawa saksi 2 orang katolik (syarat mengenal calon yg non-katolik ini). 



B. Syarat-Syarat Catatan Sipil (merujuk dari kota tempat tinggalku).
     Karena urusan ini dikerjakan oleh gereja, bisa minta keterangan dari pihak gereja. 
  1. Form model 1 & 2 dari kantor Capil - tersedia di gereja.
  2. Surat pengantar untuk menikah dari kelurahan & kecamatan
  3. keterangan sehat dari Puskesmas, RS, Dinas Kesehatan.
  4. Surat keterangan imunisasi TT - calon istri
  5. Surat pernyataan belum menikah - form dari gereja
  6. Surat persetujuan orangtua - form dari gereja
  7. Surat persetujuan bersama untuk menikah - form dari gereja
  8. FC Akta kelahiran dilegalisir dari kedua calon (sediakan minimal 5 lembar)
  9. FC KTP legalisir kelurahan dan kecamatan (untuk pihak non-katolik, harus merubah KTP menjadi katolik - peraturan terbaru dari catatan sipil dan UU Pernikahan baru)
  10. FC KK legalisir kelurahan dan kecamatan (untuk pihak non-katolik, harus merubah KK, dimana data dirinya menjadi katolik - untuk bisa merubah KTP.)
  11. Foto berdampingan berwarna/hitam putih ukuran 4x6 sebanyak 11 lembar.
  12. fotocopy KTP saksi pernikahan (2 orang) dengan legalisir kelurahan dan kecamatan.
Dengan adanya proses panjang, sebaiknya mengurus keperluan untuk syarat2 gereja ini sekitar 5-6 bulan sebelum pernikahan (MINIMAL!!!!)
 
Untuk semua urusan catatan sipil ini dikerjakan oleh gereja di kotaku. Beda lagi dengan gereja tempat mas berjemaat. Kenapa? karena jaraknya cukup jauh jika pemberkatan dilakukan di gereja mas, jadi keluarga memutuskan mencari gereja katolik terdekat dari rumahku yang ada di pelosok gunung Lawu :D

Jadi sembari kami menanti jadwal untuk kursus pernikahan, kami mulai mempersiapkan semua urusan untuk catatan sipil. Untungnya ada saudara yang kerja di kantor kecamatan tempatku tinggal, ditambah ortu udah kenal baik sama si Bapak Camat, jadi urusan perubahan KK & KTP bukan hal yang rumit. (lemahnya sistem negeri ini but helpfull for me hehehehe).

Kalau misalnya sebelum menikah, pihak non-katolik mau menjadi katolik, juga harus mengikuti proses panjang. Harus ikut sekolah dulu, begitu istilahnya. Tapi kata temenku, yang sudah nikah, kalau bilang mau segera menikah, proses bisa dipercepat, mungkin istilahnya bisa di privat pelajarannya. Hehehe..aya aya wae

Urusan gereja yang tidak mudah dan lama ini sempet bikin keluarga ku dari pihak bapak yang rata-rata bukan kristiani sempet rada2 gimana begitu. Pasalnya buat mereka mengajukan pernikahan bisa dilakukan dalam 1 minggu, bisa kilat khusus. Jadi agak heran, kenapa harus selama itu.

Tapi aku menikmati setiap prosesnya, karena di satu sisi dalam proses panjang dan sulit ini kami diuji melewati cobaan berdua, sebagai satu kesatuan.
Ujian, kesulitan ini juga menjadikan kami semakin mengenal satu sama lain, smakin tahu bagaimana kami menghadapi masalah yang berkaitan dengan kehidupan kami berdua. Mengenal kebiasaan masing-masing keluarga.

Dan untuk pernikahan nantinya, kami sudah memutuskan untuk dilaksanakan di gereja Katolik, secara oikumene. Dimana pemberkatan nikah tidak hanya dilakukan oleh Pastur dari gereja tempat mas berjemaat , tetapi juga oleh Pendeta dari gerejaku berjemaat. Jadi untuk gereja katolik di kotaku hanya pinjam tempat saja. yang untungnya mengizinkan pemberkatan dilakukan oleh pastor dari gereja katolik lain.

Hanya untuk janji pernikahan memang Romo yang menerima. Soal teknisnya akan seperti apa, next post aku ceritain.

57 komentar:

  1. Terimakasih mbak "Ndut Kecil"..kisah cerita mbak sangat2 membantu saya mengerti step2 pernikahan Kristen-Katolik, kebetulan saya Kristen Protestan dan kekasih saya Katolik. Kiranya pernikahan mbak diberi kelancaran...Tuhan Yesus memberkati.

    BalasHapus
    Balasan
    1. amien. semua berjalan baik, dan sudah berjalan 3th sekarang. Kiranya Tuhan memberkati hubungan kalian. GBU

      Hapus
  2. setujuuuu banget sama kata2 "This part is full of sadness and tears."
    huhuhuhuhuu....
    mnta doanya yah..biar lancar kyk mba nya...

    BalasHapus
    Balasan
    1. amieen... Tuhan memberkati. Boleh dishare ceritanya :)

      Hapus
    2. aku sdang brusaha juga seperti mba nya stuju full of sadness and tears

      Hapus
    3. Tapi dlm perjalanan kita dgn Tuhan,air mata bukanlah tabda kelemahan. Gbu 😊

      Hapus
  3. Balasan
    1. Jadinya kami menikah secara oikumene. tempat memang diputuskan di gereja Katolik karena keluarga mas ku minta ada prosesi persembahan bunga untuk Bunda Maria atau Keluarga Kudus atau patung Tuhan Yesus.

      secara liturgi, 905 mengikuti liturgi pernikahan Katolik hanya tanpa komuni. begitu kira-kira.

      Hapus
  4. kalo boleh tau di gereja katolik mana ya mba.dan bisa tidak ya di liturgi katolik ada bagian yang dirunah atau dihilanhkan, agar kedua belah pihak nyaman,,kalo boleh bagian mana saja ya.. trimakasihh..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kami menikah di Gereja Katolik St Pius X, Karanganyar, Jawa Tengah. Mengenai perubahan/penghilangan bagian liturgi, sebaiknya berkonsultasi langsung dengan Romo & Pendeta. mungkin tiap Romo atau Gereja punya ketetapan sendiri
      Waktu itu, bagian yg tidak ada untuk liturgi adalah penerimaan komuni, mengingat saya Kristen jadi akan tidak tepat/etis jika dalam pernikahan, suami menerima komuni dan saya tidak hehehehe... silahkan kirimkan alamat email, nanti saya kirim liturgi pernikahan saya.

      Hapus
    2. Maaf Mbak, Saya bisa minta juga liturginya nggak? sedang bingung sih.. Saya mau ekumene. tapi gimana..
      bs kirim ke elmapalmea@gmail.com? makasih banyak ya sebelumnyaa...

      Hapus
    3. mba,,syarat2nya boleh donk di share di email saya : putri.sambuaga@gmail.com...syarat di gereja maupun di catatan sipil biar cepet selesei...secara sya rencana mau nikah desember tahun ini tapi saya belum mengurus apapun sampai detik ini..padahal clon suami sya menghendaki sya pindah katolik dlu,biar bisa sakramen pernikahan di gereja katholik...thanks

      Hapus
    4. Mba Elma, sdh saya kirim by email ya. Tuhan memberkati

      Hapus
    5. Mba Putri, mjd kristen atau katolik adl panggilan hati. Iman kepada Yesus Kristus sbg Tuhan dan Juruselamat pribadi adl dasar dr segala hal.
      Untuk syarat2, silahkan kontak dgn sekretariat gereja. Krn mereka yg lebih paham. Dan mungkin tiap kota ada perbedaan cara mengurus di catatan sipil, pihak sekretariat gereja yg akan mengurus semua nantinya kl syarat sdh lengkap. Silahkan konsultasikan.
      Lalu saran saya, sharing dgn pendeta, romo atau pemimpin rohani anda. Gbu

      Hapus
    6. Selamat pagi mbak..semoga pernikahan kalian semakin kuat dalam Kristus setiap waktu berjalan ya..Oya saya minta contoh buku liturgi pemberkatannya dong mbak klo tidak keberatan di email saya cschristsoldier20@gmail.com terimakasih..berkah dalem

      Hapus
  5. Selamat sore Mbak. Saya boleh dikirimi liturgi pernikahannya ke magritespipe@yahoo.com ?
    Terima kasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mbak.. sya jg seperti mbak. Boleh minta share ke email sya jg. yasinta.w.pratiwi@gmail.com
      Terima kasib

      Hapus
  6. Selamat siang mba..

    Kebetulan aku mengalami hal seperti diatas. Saya pihak perempuan Kristen. Calon ku katolik. Pernikahan sepakat secara katolik.

    Pertanyaan saya:
    1. Pd saat pengucapan janji pernikahan apakah disebutkan nanti anak akan dididik secara katolik?

    2. Jika nantinya saya tetap memeluk agama kristen, memungkinkan-kah??

    Thank you buat sharing nya mba..

    BalasHapus
    Balasan
    1. 1. Ya
      Tapi sebelum mengucap janji pernikahan, romo & pendeta akan memastikan anda memahami ini. Dan mendengar keputusan anda.
      2. Saya tetap org Kristen. Yg percaya Kristus Yesus adl Tuhan & Juruselamat pribadi. Masih merasa cukup dlm iman baptisan gereja Kristen.
      Gb7

      Hapus
  7. Pagi mba..kebetulan saya mempunyai kisah yg sama dgn mb yunita..apa bileh sy minta contoh tata cara liturginya?
    Ini alamat email saya
    Yuliwahanani@gmail.com
    Trimakasih sebelumnya..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya kirimkan by email. Mohon maaf keterlambatannya

      Hapus
  8. Pagi mba..kebetulan saya mempunyai kisah yg sama dgn mb yunita..apa bileh sy minta contoh tata cara liturginya?
    Ini alamat email saya
    Yuliwahanani@gmail.com
    Trimakasih sebelumnya..

    BalasHapus
  9. Selamat pagi mbak, saya juga kebetulan mengalami kisah yg sama. Boleh saya minta contoh liturginya mbak yunita?
    Alamat email saya reginawulandari@gmail.com
    Terimakasih banyak mbak yunita

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sudah saya kirimkan ya mba. Mohon maaf keterlambatannya. Gbu

      Hapus
  10. Selamat pagi mbak, saya juga kebetulan mengalami kisah yg sama. Boleh saya minta contoh liturginya mbak yunita?
    Alamat email saya reginawulandari@gmail.com
    Terimakasih banyak mbak yunita

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sudah saya kirimkan ya mba. Mohon maaf keterlambatannya. Gbu

      Hapus
  11. Selamat siang mba,, posisi mba sama persis kayak saya,, begini repotnya kalo merantau,, makin banyak syaratnya,, tapi semoga semuanya bisa lancar.. Bisa minta contoh liturginya ya mba

    Vianromez@gmail.com

    Terima kasih mba udah mau sharing

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sudah saya kirimkan ya. Mohon maaf keterlambatannya. Gbu

      Hapus
  12. Selamat sore Mbak. Saya boleh dikirimi liturgi pernikahannya ke adriansforza182@gmail.com ?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sudah saya kirimkan ya. Mohon maaf keterlambatannya. Gbu

      Hapus
  13. Terima kasih sharingnya mbak ndut kecil.
    Minta dikirimi contoh liturgi pernikahannya ya mbak ke danrickysi@gmail.com.

    Teruma kasih.

    Salam,
    Daniel

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sudah saya kirimkan ya. Mohon maaf keterlambatannya. Gbu

      Hapus
  14. Ma ksih,,,,,udh diberi pngalaman,kasus yg sama ......sangat membantuku.....TUHAN MEMBERKATI

    BalasHapus
  15. Ma ksih,,,,,udh diberi pngalaman,kasus yg sama ......sangat membantuku.....TUHAN MEMBERKATI

    BalasHapus
  16. Mbak saat ini saya juga mengalami hal yg sama seperti mbak bedanya saya wanita katolik emang pusing menghadapinya ya mbak, saya ingin sekali share masalah ini sama mbak yang sudah berpengalaman, apakah mbak ada email? Mohon untuk dapat email ke email saya paramaratasetyowati@gmail.com

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya kirimkan pagi ini. Tetapi email nya tidak bisa masuk. Silahkan email ke tyas.ndut@gmail.com
      Gbu

      Hapus
  17. mau tanya....
    di saat kursus itu kita ngapain ajah y?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Salam.
      Kursus pernikahan di gereja katolik (seingat saya)
      Sharing & pembekalan dr pasangan yg sdh berpengalaman, pembekalan dr tenaga medis, jg ada pembekalan dr gereja.

      Hapus
  18. Halo ,saya jg sama ni akan menikah tahun dpn.pria khatolik saya kristen..saya msh dilema kalo harus pindah ke khatolik karena saya sndri belum yakin...sy sndri bukan yang agamais .sy ingin mnjalankn khatolik dn babtis nanti bila sudH siap.saat ini smua msh dibicarakan di kel. Pria..cm sy takut pihak kel pria kecewa (karena ibu nya pelayanan di greja khatolik tersebut)...smga smua berjalan lancar..

    BalasHapus
    Balasan
    1. dr pihak pacarnya minta pindah katolik ya mba?klo aku justru malah yang pelayanan di gereja (kristen)

      Hapus
    2. Menjadi katolik atau kristen semua kembali kpd ketetapan hati masing2. Allah saja tdk pernah memaksa kita menerima Kristus sbg Tuhan & Juruselamat kita pribadi kan? Anugerah keselamatan itu cuma-cuma.
      Mengecewakan orangtua pasti ada, dgn apa yg sdh saya jalani, saya tahu baik dr ortu saya&suami ada rasa kecewa. Tetapi kami yakin, kompromi kami berada dlm rancangan Tuhan. Jd Tuhan yg akan melembutkan & memulihkan hati ortu kami.
      Semua berawal dr ketetapan kalian berdua sbg pasangan, lalu sertai dgn doa yg tidak putus kpd Tuhan. Biarkan Tuhan campur tangan. 😊
      Boleh kok sharing dgn saya di wa 082323453081

      Hapus
  19. kalo share dan bertanya boleh nih secara keadaan mbak sama seperti saya...bisa tanya via WA or sms donk mba..thanks

    BalasHapus
    Balasan
    1. Boleh mbak. Silahkan wa ke saya di 082323453081

      Hapus
  20. saya mau sharing juga masalah ini mba karena berhubung mba udah pernah menjalaninya. apakah boleh saya minta nomor WA atau alamat email?

    riche.rochadi@gmail.com

    BalasHapus
    Balasan
    1. Gbu. Silahkan dilanjut by WA dgn kabar baik ya. 😊😊😊

      Hapus
  21. Mba, saya (katolik) berencana akan melangsungkan pernikahan dengan calon saya (kristen), bisa saya minta buku teks misa (dalam btk softcopy) ? Saya agak bingung untuk menyusunnya... Kirim ke email saya ya mbak ? valetautis@gmail.com..makasih mbaak

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sudah saya kirimkan ke email ya mbak. Sudah masuk kan? Gbu

      Hapus
    2. Sudah mbak Yunita. Terimakasih sekali. Ini sangat membantu Saya dan calon suami saya dalam mempersiapkan buku panduan sebelum hari H 😊😇...eh iya mbak Yun, ini berarti ga pakai acara komuni (upacara penerimaan tubuh dan darah kristus) ya ?

      Hapus
  22. Terimakasih kepada semua yg merespon. Mohon maaf krn saya sudah bertahun2 tidak mengaktifkan blog. Saya sungguh berdoa & berharap setiap temen2 berhasil & menjadi pemenang melewati pergumulan yg Allah rancangkan dlm hidup kita. Imani bahwa rancangan-Nya adl rancangan kebaikan. Tuhan memberkati.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Halo mba, makasih banyak banget ya udah share ini. Postingannya sudah lama tapi masih tetap menjadi berkat bagi banyak orang :) Kalau boleh saya juga mau dong dishare syarat-syarat dan liturginya, ke ksjato@gmail.com ya mbak. Hehehe dan kalau boleh tahu, apakah sekarang mbak sudah dikaruniai anak? Anaknya ikut agama siapa mbak? Terima kasih sebelumnya.

      Hapus
  23. Halo, mbak Yunita. Terima kasih banget buat sharingnya. Saat ini, saya sedang dekat dengan satu wanita, dia beragama katolik. Dan saya sendiri Kristen injili. Saya mau tanya, apakah bisa yah jika saya memutuskan untuk jalin hub serius dengan teman wanita saya yg katolik ini hingga ke pernikahan?
    Karena kalau dari sharing mbak Yunita kan, posisinya suami anda katolik dan mbak Yunita kristen.

    Sedangkan posisi saya adalah kebalikannya. Saya sebenarnya sudah yakin dengan dia, tapi permasalahannya ada di perbedaan pengajaran agama kami. Ada saran2x yg bisa mbak Yunita berikan? Terima kasih.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Salam kenal mas Ivan,

      Kasus yg sama ataupun beda pun kembali ke masing2 hati anda & pasangan yg menjalani.
      Saran terbaik yg bisa saya sharing hanya satu. Tuhan.
      Cari jawaban sama Tuhan. Benarkah dia pasangan hidup saya, benarkah dia & saya dlm hubungan ini makin naik kepada Yesus.
      Dasarnya harus Yesus. Kalau masing2 msh melihat perbedaan dlm ajaran Katolik atau Kristen, pertanyakan apakah benar Yesus sbg dasar. Itu menurut saya.
      Kalau berkenan saling belajar pengajaran masing2 jg perlu. Minimal ke gereja masing2.
      Tuhan memberkati anda & pasangan.

      Hapus
  24. Halo, mbak Yunita. saya ayu bolehkah saya minta buku tata cara liturginya ke email saya grap_717@yahoo.com..
    Terima kasih banyak mbak Yunita..:)

    BalasHapus
  25. Hallo mbak...terimakasih skali sharingnya setuju sekali dengan full of sadness and tears,sya dan psangan sy yg katolik sedang berjuang mhon doanya ya mb :)
    Klau boleh sya jg minta liturginya mb ke email sya lasi.winoto@gmail.com
    Smoga mb dan keluarga selalu dberkati

    BalasHapus
  26. maap mbk kok wa nya tidak bisa ya

    BalasHapus
  27. Mbak, saya bisa dikirimkan liturgi manten jenengan ke anneapsa@gmail.com?
    Terimakasih

    BalasHapus